Jakarta - (13/05) Penumpukan frekuensi gelombang (interferensi), khususnya untuk display radar cuaca yang digunakan untuk operasional layanan cuaca penerbangan harus segera dicarikan solusinya. Pasalnya, hasil interferensi yang muncul mengganggu pengamat dan prakirawan cuaca dalam menentukan awan penghasil hujan. Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta mengambil aksi dengan berkoordinasi lanjutan dengan Balai Monitoring Spektrum Gelombang Radio DKI Jakarta (Balmon DKI), yang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Balmon Banten terkait hal tersebut. Pertemuan dihadiri oleh Hendro Nugroho, ST, M.Si selaku Kepala Balai Besar Wilayah II BMKG, Parmin, S.Si, MM. selaku Kepala Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta, dan didampingi oleh Kepala Sub Bidang Manajamen Teknik Komunikasi Pusjarkom BMKG Pusat. 

-Mochammad Donny A., S.Tr-

 

0 Komentar


Isi Komentar